Interpersonal Skills - oleh DR. Dwi Suryanto

 

Anda mungkin sering mendengarnya, tapi tampaknya perlu diulang lagi. Penelitian menunjukkan bahwa 90 persen kegagalan seorang eksekutif disebabkan oleh kompetensi interpersonal.

Kompetensi itu adalah kemampuan memimpin tim, mengembangkan lingkungan kerja yang positif, 'memelihara'moral karyawan, menginspirasi timbulnya rasa percaya dari stafnya dan kemampuan menangani perubahan.

Pesannya amat jelas, jika anda ingin sukses sebagai pemimpin di mana saja, anda harus menguasai soft skills ini.

Apa pun bidang pekerjaan anda, anda selalu berhubungan dengan manusia. Ketika anda gagal memotivasi karyawan anda, kinerja anda akan terganggu.

Kecerdasan emosi, salah satu soft skills, walau pun kelihatannya sangat 'soft' memiliki dampak yang langsung terhadap organisasi anda. Marilah kita lihat lima aspek penting dari kompetensi interpersonal ini

Anda Harus Mengenal Diri Anda Sendiri

Sepintas amat mudah. Jelas kita mengenal diri kita sendiri bukan? Faktanya, mengenal diri sendiri adalah sesuatu yang relatif sulit. Agar kita bisa mengenal diri kita, kita harus waspada terhadap kecenderungan kita. Kecenderungan ini, jika kita tidak waspada, bisa mempengaruhi kinerja organisasi.

Bagi pemimpin ini, mungkin ia gagal mendengar sudut pandang orang lain. Bagi lainnya, mungkin ia kurang mampu mengambil keputusan sulit dengan waktu yang tepat. Anda akan sering menemukan pemimpin yang sering mengulur waktu begitu harus mengambil keputusan sulit. Bagi lainnya, mungkin ia sulit memotivasi karyawannya.

Bagi banyak orang, kelemahan itu sering 'terkubur' dalam kebiasaan sehari-hari dan kita tidak mengenalinya. Namun, orang lain sering amat mengenalinya. Begitu kita mengenalinya, kita menjadi waspada, dan bisa mengambil tindakan perbaikan.

 


Mampu Mengontrol Diri Sendiri

Banyak eksekutif percaya bahwa mereka bisa mengontrol diri sendiri. Tapi staf mereka berpikir beda! Kuncinya adalah waspada ketika anda kehilangan kontrol diri.

Apakah anda berhenti sejenak, dan berpikir, refleksi ketika anda menghadapi masalah? Apakah anda terlalu emosional ketika menghadapi masalah sulit?

Terlalu cepat bereaksi, atau ekstrim lainnya, anda cenderung acuh, dapat melemahkan kepemimpinan anda.

Tapi bukankah ini manusiawi? Ya, tapi kalau anda sering berada pada titik ekstrim, baik terlalu emosi sehingga menghalangi berpikir secara rasional, atau anda malah 'beku' karena masalah demikian kompleks, efektivitas anda sebagai pemimpin akan terganggu.

Tetap Menjaga Agar Termotivasi Terus

Motivasi merupakan kombinasi optimisme dan ketekunan. Penelitian menunjukkan bahwa kita secara biologis sudah "tercetak" apakah sebagai seorang optmimis, yang melihat gelas setengah isi, atau pesimis, yang melihat gelas setengah kosong.

Jika anda sebagai pemimpin, sebaiknya anda berada pada tataran optimisme. Studi juga menunjukkan bahwa optimisme ini menular.

Penularan ini akan mudah menghinggapi bawahan anda. Begitu mereka optimis, mereka akan lebih cenderung untuk mengerjakan pekerjaan mereka lebih semangat.

Tapi ketika pemimpin pada dasarnya seorang pesimis, dan juga tukang kritik, karyawan menjadi kurang inovasi dan cenderung amat ingin menghindar dari resiko.

Ketekunan adalah bagian kedua dari motivasi. Mewujudkan tujuan tentu menuntut ketekunan. Ketika anda tetap tekun, berupaya terus, dan tidak takut menghadapi kesusahan, bawahan anda akan melihat hal ini.

Mereka akan mengikuti anda. Mereka akan mengatakan, "Atasan saya saja orangya tekun, berjuang terus, 'masak' kita malah leha-leha..."

 

Mengenali Kesukaan/Kecondongan Orang Lain

Pemimpin yang baik adalah orang yang memiliki kemampuan membalikkan situasi win-lose menjadi situasi win-win sedapat mungkin.

Agar bisa mencapai win-win ia harus paham kebutuhan dan cara pandang pihak lain. Jika itu anda lakukan, orang akan cenderung mendukung program-program anda.

Ini jauh lebih baik dari pada anda hanya mengontrol mereka. Karena anda pemimpin mereka, jelas anda punya hak untuk mengontrol. Namun dari riset membuktikan bahwa pemimpin yang mengandal pada wewenang formal, control, kurang bisa membangkitkan bakat-bakat terbaik dari bawahan.

Berkomunikasi dengan Fleksibel, luwes

Mampu berkomunikasi secara luwes, fleksible adalah tanda dari pemimpin hebat. Pemimpin harus bisa menyesuaikan gaya komunikasinya terhadap orang atau situasi yang berbeda-beda. Jelas amat bodoh ketika anda menghadiri pemakaman dan anda sering tertawa dengan keras....

Mengajak bicara bawahan pada tataran emosi, akan mampu mendekatkan diri anda dengan mereka. Ketika bawahan anda menghadapi masalah, ajak bicara secara informal.

Dengarkan mereka, perhatikan mereka. Dorong mereka untuk bicara dan mengungkapkan perasaan. Jika hal ini anda lakukan, mereka akan merasa anda memperhatikan mereka. Akibatnya, mereka akan merasa dekat dengan anda dan mendukung anda...

 

Bagaimana Membangun Interpersonal Skils

Interpersonal skills yang trampil dibangun sepanjang hidup anda. Walau pun demikian ada beberapa cara yang dapat mempercepat belajar keahlian ini.

* Baca. Ada begitu banyak buku dan artikel yang membahas keahlian komunikasi dan kecerdasan emosi. Banyak di antara buku-buku itu yang mengajarkan langsung berbagai problem yang dihadapi, mulai dari mengatasi konflik, membangkitkan motivasi, dan mengelola emosi. Hanya membaca buku mengenai kecerdasan emosi saja akan mempertinggi kewaspadaan anda dalam mengelola emosi anda...

* Bicara dengan tim anda. Ajari mereka untuk bicara terus terang tentang gaya komunikasi anda, dan juga gaya kepemimpinan anda. Katakan bahwa anda akan memperbaiki kepemimpinan anda dan meminta masukan dari mereka. Begitu anda lakukan, mereka akan mengungkapkan berbagai kebenaran yang selama ini tidak anda sadari. Lebih jauh, mereka akan yakin bahwa anda sebagai pemimpinnya adalah orang yang terbuka, orang yang jujur yang ingin memperbaiki diri. Ini saja bisa mendorong mereka untuk juga terus terang dan memperbaiki diri mereka sendiri...

* Melalui sarana evaluasi formal. Banyak eksekutif memperoleh manfaat besar ketika mereka memperoleh evaluasi 360 derajat tentang keahlian interpersonal mereka. Untuk memperoleh evaluasi ini anda bisa melakukannya secara online yang banyak tersedia di internet...

* Anda memiliki coach atau pelatih. Umpan balik dari pelatih anda akan membuat anda mengembangkan perspektif yang selama ini tidak anda sadari. Pelatih itu akan bersama-sama anda menemukan aspek-aspek dalam diri anda yang perlu diperbaiki. Ia kemudian akan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang harus anda lakukan. Saya amat sarankan agar anda memiliki coach ini. Ini amat bisa mempercepat perkembangan interpersonal skills anda.

Selamat memperbaiki Interpersonal skills. Salam, dan semoga sukses...

 

* DR. Dwi Suryanto, Ph.D adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...

The Art of Leadership

Assertive Leadership

Transformational Leadership

Leadership Coaching

Advanced Leadership

The First 90 Days

Pelatihan managing Emotion under pressure

Effective School Leadership

Managing Emotions

pelatihan executive coaching  

Executive Coaching

 

 

Jadwal Pelatihan yang Akan Datang

Tanggal 4 - 5 Juni 2015

* Transformational Leadership
* Exceptional Service
* Executive Coaching
* Competency Based HRM
* Kiat & Strategi Persiapan Pensiun
* How to Get Ideas
* Successful Project Management
* People Management Skill for New Supervisor & Team Leader
* Handling Sales Objections Effectively

Tanggal 9 - 10 Juni 2015

* Effective H.R Transformation

* Accurate Problem Solving & Decision Making
* How To Lead A Team
* How to Read & Understand Financial Statements
* Marketing Metrics
* How to Communicate with Tact & Professionalism
* Managing Emotions Under Pressure
* The First 90 Days
* Effective Succession Planning

Tanggal 11 - 12 Juni 2015

* Membangun Karisma agar Anda Lebih Sukses - Charismatic Leadership
* E.Q Interview
* DNA Of Success
* Finance & Accounting for Non-Financial Managers
* The Secret Selling to the Subconscious mind
* Effective Training forTrainer
* Effective Internal Audit
* Getting Things Done Without Worry
* Writing Skill For Executive Assistant

Tanggal 16 - 17 Juni 2015

* Leadership Coaching
* Customer Service Skill
* Making Transition from Staff to Supervisor
* Financial Statement Fraud
* How to Bargain & Negotiate
* Sales Planning & Management Marketing
* Fundamentals of Human Resources Management
* Media Handling & Communication Skill
* Time & Stress Management
* Manajemen Keskretariatan & Kearsipan

Tanggal 18 - 19 Juni 2015

* Crisis Management
* The Art Of Leadership
* H.R Assistant
* Why People Buy
* Best Practices of Cost Reduction & Cost Control
* How to Deliver Exceptional Customer Service
* Communication Skill
* How to Deal With Unacceptbale Behavior
* Getting Results Without Authority

Tanggal 23 - 24 Juni 2015

* The Ultimate Supervisor
* The Science of Influence
* Contract Drafting & Negotiation Skill
* Strategic Planning For Non-Profit
* Difficult Conversation
* Appreciative Inquiry for Change Management
* Managing Your Boss
*Creative Thinking & Decision Making
* Improving Your Managerial Effectiveness

Tanggal 25 - 26 Juni 2015

* Assertive Leadership
* Appreciative Leadership
* Corporate Social Responsibility
* Selling With Emotional Intelligent
* Body Language
* Effective Decision Making
* Strategic Human Resources Management
* Pajak Penghasilan Pegawai
* Malcolm Baldridge
* Knowledge Management
 

 

pelatihan manajemen krisis

Crisis Management

pelatihan memimpin tim

How to Lead a Team