Kecerdasan Emosi dan Rasa Empati

By Team Content Borobudur Training

 

Menjadi seseorang yang memiliki rasa empati merupakan sesuatu yang cukup sederhana Anda cukup menempatkan diri Anda pada keadaan atau kondisi orang lain.

Ini merupakan kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Kecerdasan emosi dan empati bekerja secara bersamaan untuk menciptakan sebuah hubungan yang langgeng.

Oleh karena itu dua hal tersebut merupakan komposisi dasar yang dibutuhkan untuk memperoleh kepercayaan dalam semua hubungan, apakah hubungan profesional, hubungan individu, atau hubungan sosial (contohnya hubungan antara pemerintah dengan rakyatnya).

 

Apakah istri Anda yang sedang mengandung atau telah menopause menjadi mudah tersinggung? coba dan bayangkan, betapa sulitnya jika Anda berada dalam posisi tersebut.

Apakah anak remaja Anda terkadang bersikap kasar atau moody? coba dan ingatlah bagaimana rasanya menjadi seorang anak remaja - ketidakpastian, perubahan tubuh, keadaan antara menjadi sorang anak kecil dan seorang dewasa.

Apakah Orang tua Anda bertingkah laku aneh? coba dan bayangkanlah bagaimana rasa nya jika Anda tidak dapat lagi melakukan aktivitas yang biasa dulu Anda lakukan dengan mudah ketika masih muda.

Sangatlah mungkin untuk meningkatkan rasa empati Anda. Untuk melakukan hal tersebut Anda akan membutuhkan dua hal utama yaitu tindakan dan tujuan.

Hal kedua menuntut Anda untuk membuka hati Anda untuk orang lain. Sedangkan hal pertama menuntut Anda untuk melakukan tindakan yang sesuai.

Contohnya, Anda dapat mendonasikan waktu atau uang Anda pada orang-orang sekitar Anda yang sedang mengalami kesulitan.

Terkadang, hanya dengan senyuman Anda dapat menunjukkan pada orang-orang bahwa Anda memiliki rasa empati. Anda juga dapat memberikan ucapan yang ikhlas, pujian, atau kata - kata motivasi.

Untuk tingkatan tertentu, rasa empati berhubungan dengan pengalaman - pengalaman yang telah Anda lewati.

Menurut eqi.org: "seseorang yang telah mengalami banyak hal dan berbagai perasaan, contohnya depresi yang dalam dan tingginya tingkat pemenuhan kebutuhan, adalah seseorang yang paling mampu untuk berempati pada orang banyak sepanjang perjalanan hidupnya.

Dengan kata lain ketika kita tidak dapat membangun hubungan dengan orang lain, ada kemungkinan karena belum mengalami, mengakui atau menerima banyak perasaan dalam hidup".

Namun, hal ini tidak berarti bahwa jika Anda belum memiliki pengalaman maka Anda tidak akan dapat untuk berempati terhadap seseorang.

Contoh berikut ini akan menunjukkan pada Anda bahwa Anda dapat berempati pada siapapun, bahkan untuk orang-orang yang sudah memiliki pengalaman ataupun belum memiliki pengalaman.

Richard Carlson bekerja dengan sepasang suami istri yang menghabiskan sebagian waktu mereka dengan berdebat tentang uang.

Suami tersebut tidak mengerti mengapa istrinya ingin menyimpan setiap sen uangnya. Sebaliknya istri nya tidak dapat mengerti mengapa suaminya selalu menghabiskan banyak uang.

Keadaan berubah ketika mereka saling memahami alasan pasangan mereka berbuat demikian.

Suami tersebut belajar bahwa istrinya adalah seorang yang rajin menabung karena dia tidak ingin mengalami apa yang terjadi pada orang tuanya dulu - kesulitan ekonomi.

Sedangkan istrinya belajar bahwa suaminya akan malu jika dia tidak mampu menyediakan semua kebutuhan istrinya seperti yang terjadi pada orang tuanya dulu dimana ayahnya tidak mampu memenuhi kebutuhan ibunya.

Intinya, istri tersebut takut jika mereka harus jatuh miskin sedangkan suaminya takut dianggap telah mengecewakan istrinya.

Ketika mereka berdua saling mengerti alasan masing - masing mengapa pasangan mereka bertindak demikian, mereka akan lebih saling berempati. konflik tersebut teratasi dan mereka akan dapat memperoleh keseimbangan yang benar antara menabung dan menghabiskan uang.

Empati merupakan sebuah rasa yang membiarkan Anda untuk mengerti lebih dalam tentang perasaan seseorang. Ini adalah "eksplorasi seseorang terhadap pikiran, perasaan, dan emosi orang lain."

Sehingga empati akan terus berjalan dalam menciptakan lingkungan yang benar. Hal tersebut akan menyebabkan Anda berhubungan dengan siapapun dimana anda memiliki rasa empati terhadap mereka.

 

 

 

The Art of Leadership

Assertive Leadership

Transformational Leadership

Leadership Coaching

Advanced Leadership

The First 90 Days

Pelatihan managing Emotion under pressure

Effective School Leadership

Managing Emotions

pelatihan executive coaching  

Executive Coaching

 

 

Jadwal Pelatihan yang Akan Datang

Tanggal 4 - 5 Juni 2015

* Transformational Leadership
* Exceptional Service
* Executive Coaching
* Competency Based HRM
* Kiat & Strategi Persiapan Pensiun
* How to Get Ideas
* Successful Project Management
* People Management Skill for New Supervisor & Team Leader
* Handling Sales Objections Effectively

Tanggal 9 - 10 Juni 2015

* Effective H.R Transformation

* Accurate Problem Solving & Decision Making
* How To Lead A Team
* How to Read & Understand Financial Statements
* Marketing Metrics
* How to Communicate with Tact & Professionalism
* Managing Emotions Under Pressure
* The First 90 Days
* Effective Succession Planning

Tanggal 11 - 12 Juni 2015

* Membangun Karisma agar Anda Lebih Sukses - Charismatic Leadership
* E.Q Interview
* DNA Of Success
* Finance & Accounting for Non-Financial Managers
* The Secret Selling to the Subconscious mind
* Effective Training forTrainer
* Effective Internal Audit
* Getting Things Done Without Worry
* Writing Skill For Executive Assistant

Tanggal 16 - 17 Juni 2015

* Leadership Coaching
* Customer Service Skill
* Making Transition from Staff to Supervisor
* Financial Statement Fraud
* How to Bargain & Negotiate
* Sales Planning & Management Marketing
* Fundamentals of Human Resources Management
* Media Handling & Communication Skill
* Time & Stress Management
* Manajemen Keskretariatan & Kearsipan

Tanggal 18 - 19 Juni 2015

* Crisis Management
* The Art Of Leadership
* H.R Assistant
* Why People Buy
* Best Practices of Cost Reduction & Cost Control
* How to Deliver Exceptional Customer Service
* Communication Skill
* How to Deal With Unacceptbale Behavior
* Getting Results Without Authority

Tanggal 23 - 24 Juni 2015

* The Ultimate Supervisor
* The Science of Influence
* Contract Drafting & Negotiation Skill
* Strategic Planning For Non-Profit
* Difficult Conversation
* Appreciative Inquiry for Change Management
* Managing Your Boss
*Creative Thinking & Decision Making
* Improving Your Managerial Effectiveness

Tanggal 25 - 26 Juni 2015

* Assertive Leadership
* Appreciative Leadership
* Corporate Social Responsibility
* Selling With Emotional Intelligent
* Body Language
* Effective Decision Making
* Strategic Human Resources Management
* Pajak Penghasilan Pegawai
* Malcolm Baldridge
* Knowledge Management
 

 

pelatihan manajemen krisis

Crisis Management

pelatihan memimpin tim

How to Lead a Team